Apa yang Kamu Lakukan Jika Tidak Harus Bekerja Lagi, Refleksi Kami
Kami membagikan pengalaman nyata saat mendadak bebas dari rutinitas kantor dan bagaimana kebebasan ini mengubah total cara pandang kami tentang hidup.
Seseorang sedang bersantai menikmati kopi di kafe saat jam kerja biasa
Realita Kebebasan yang Ternyata Berbeda
Kami sempat mengalami langsung masa-masa bebas dari Pekerjaan harian setelah terkena pengurangan karyawan beberapa waktu lalu. Awalnya kami membayangkan bisa menyelesaikan tumpukan proyek digital yang selama ini tertunda di depan komputer. Namun, realita yang kami rasakan di lapangan ternyata sangat jauh berbeda dari ekspektasi indah tersebut.
Penulis asal Kanada, engtech, menceritakan bahwa duduk di depan laptop adalah hal terakhir yang ingin dia lakukan saat memiliki waktu luang tak terbatas. Kami menyadari bahwa kebebasan penuh tanpa struktur harian yang jelas justru bisa memicu rasa jenuh dan stres baru.
Tanpa adanya jadwal yang mengikat, kami sempat merasa kehilangan arah dan motivasi setiap kali sore menjelang. Lingkungan sosial kantor yang biasanya ramai tiba-tiba berganti dengan kesunyian yang cukup mengganggu pikiran.
Menemukan Rutinitas Baru di Luar Rumah
Bagaimana cara kami mengatasi rasa bosan dan hampa akibat hilangnya struktur kerja harian tersebut? Kami akhirnya memutuskan untuk keluar rumah setiap hari demi mengembalikan energi positif.
Kami menghabiskan waktu dengan berjalan kaki menyusuri sudut kota, membaca buku di perpustakaan, atau nongkrong santai di kedai kopi terdekat. Aktivitas sederhana ini ternyata sangat membantu kami untuk tetap merasa terhubung dengan manusia nyata di sekitar kami.
Kami merasa cuaca cerah di luar terlalu berharga untuk dilewatkan hanya dengan menatap layar gawai di dalam kamar. Interaksi sosial secara langsung terbukti jauh lebih menyehatkan jiwa dibanding hanya berinteraksi lewat dunia maya.
Pergeseran Prioritas Hidup yang Menakjubkan
Hal paling menarik yang kami pelajari dari pengalaman ini adalah terjadinya pergeseran skala prioritas hidup secara besar-besaran. Kami akhirnya memiliki waktu untuk menyelesaikan berbagai urusan pribadi yang selama ini selalu kami tunda karena alasan sibuk kerja.
Kami mulai merapikan rumah, memperbarui paspor, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan yang krusial bagi masa depan. Bahkan engtech sempat tertawa saat menemukan daftar rencana dari tahun 2006 yang baru bisa dia selesaikan sekarang.
Kami menemukan bahwa pikiran menjadi jauh lebih jernih dalam memilah mana hal yang benar-benar penting untuk hidup kami. Kami berharap bisa membawa sudut pandang baru yang lebih santai namun fokus ini saat kembali memasuki dunia kerja nanti.